Tutorial Belajar JavaScript
NAMA
: BOBY GILIIAN WIBISONO
KELAS:
X RPL 1
Pengertian dan Fungsi JavaScript dalam Pemograman Web
Pengertian JavaScript
JavaScript adalah bahasa
pemograman web yang bersifat Client Side Programming Language. Client Side Programming
Language adalah tipe bahasa pemograman yang pemrosesannya
dilakukan olehclient. Aplikasi client yang
dimaksud merujuk kepada web browser seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox.
Jenis bahasa pemograman Client Side berbeda dengan bahasa pemograman Server Side seperti PHP, dimana untuk server side seluruh kode program dijalankan di
sisi server.
Untuk menjalankan JavaScript, kita hanya membutuhkan aplikasi text editor, dan web browser.JavaScript memiliki fitur: high-level programming language, client-side, loosely tiped, dan berorientasi
objek.
Fungsi JavaScript Dalam Pemograman Web
JavaScript pada awal
perkembangannya berfungsi untuk membuat interaksi antara user dengan situs web
menjadi lebih cepat tanpa harus menunggu pemrosesan di web server. Sebelum javascript, setiap
interaksi dari user harus diproses oleh web server.
Bayangkan ketika kita mengisi form registrasi untuk pendaftaran sebuah situs
web, lalu men-klik tombol submit, menunggu
sekitar 20 detik untuk website memproses isian form tersebut, dan mendapati
halaman yang menyatakan bahwa terdapat kolom form yang masih belum diisi.
Untuk keperluan seperti inilah JavaScript dikembangkan.
Pemrosesan untuk mengecek apakah seluruh form telah terisi atau tidak, bisa
dipindahkan dari web server ke dalam web browser.
Dalam perkembangan selanjutnya, JavaScript tidak hanya berguna untuk validasi form, namun untuk berbagai keperluan yang
lebih modern. Berbagai animasi untuk mempercantik halaman web, fitur chatting,
efek-efek modern, games, semuanya bisa dibuat menggunakan JavaScript.
Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam
web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat
mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas
untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada.
Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.
Perkembangan JavaScript Saat Ini
Dalam perkembangannya, JavaScript mengalami permasalahan yang sama
seperti kode pemograman web yang bersifat client side seperti CSS, yakni bergantung kepada implementasi web browser.
Kode JavaScript yang
kita buat, bisa saja tidak bekerja di Internet Explorer,
karena web browser tersebut tidak mendukungnya. Sehingga programmer harus
bekerja extra untuk membuat kode program agar bisa “mengakali” dukungan dari
web browser.
Karena hal tersebut, JavaScript pada
awalnya termasuk bahasa pemograman yang rumit, karena harus membuat beberapa
kode program untuk berbagai web browser.
Namun, beberapa tahun belakangan ini, JavaScript kembali bersinar berkat kemudahan yang
ditawari oleh komunitas programmer yang membuat library JavaScript seperti jQuery.
Library ini memudahkan kita membuat program JavaScript untuk
semua web browser, dan membuat fitur-fitur canggih yang sebelumnya membutuhkan
ribuan baris kode program menjadi sederhana.
Kedepannya, JavaScript akan tetap menjadi kebutuhan
programmer, apalagi untuk situs saat ini yang mengharuskan punya banyak fitur
modern sebagai standar.
Pengertian JavaScript
JavaScript adalah bahasa
pemograman web yang bersifat Client Side Programming Language. Client Side Programming
Language adalah tipe bahasa pemograman yang pemrosesannya
dilakukan olehclient. Aplikasi client yang
dimaksud merujuk kepada web browser seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox.
Jenis bahasa pemograman Client Side berbeda dengan bahasa pemograman Server Side seperti PHP, dimana untuk server side seluruh kode program dijalankan di
sisi server.
Untuk menjalankan JavaScript, kita hanya membutuhkan aplikasi text editor, dan web browser.JavaScript memiliki fitur: high-level programming language, client-side, loosely tiped, dan berorientasi
objek.
Fungsi JavaScript Dalam Pemograman Web
JavaScript pada awal
perkembangannya berfungsi untuk membuat interaksi antara user dengan situs web
menjadi lebih cepat tanpa harus menunggu pemrosesan di web server. Sebelum javascript, setiap
interaksi dari user harus diproses oleh web server.
Bayangkan ketika kita mengisi form registrasi untuk pendaftaran sebuah situs
web, lalu men-klik tombol submit, menunggu
sekitar 20 detik untuk website memproses isian form tersebut, dan mendapati
halaman yang menyatakan bahwa terdapat kolom form yang masih belum diisi.
Untuk keperluan seperti inilah JavaScript dikembangkan.
Pemrosesan untuk mengecek apakah seluruh form telah terisi atau tidak, bisa
dipindahkan dari web server ke dalam web browser.
Dalam perkembangan selanjutnya, JavaScript tidak hanya berguna untuk validasi form, namun untuk berbagai keperluan yang
lebih modern. Berbagai animasi untuk mempercantik halaman web, fitur chatting,
efek-efek modern, games, semuanya bisa dibuat menggunakan JavaScript.
Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam
web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat
mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas
untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada.
Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.
Perkembangan JavaScript Saat Ini
Dalam perkembangannya, JavaScript mengalami permasalahan yang sama
seperti kode pemograman web yang bersifat client side seperti CSS, yakni bergantung kepada implementasi web browser.
Kode JavaScript yang
kita buat, bisa saja tidak bekerja di Internet Explorer,
karena web browser tersebut tidak mendukungnya. Sehingga programmer harus
bekerja extra untuk membuat kode program agar bisa “mengakali” dukungan dari
web browser.
Karena hal tersebut, JavaScript pada
awalnya termasuk bahasa pemograman yang rumit, karena harus membuat beberapa
kode program untuk berbagai web browser.
Namun, beberapa tahun belakangan ini, JavaScript kembali bersinar berkat kemudahan yang
ditawari oleh komunitas programmer yang membuat library JavaScript seperti jQuery.
Library ini memudahkan kita membuat program JavaScript untuk
semua web browser, dan membuat fitur-fitur canggih yang sebelumnya membutuhkan
ribuan baris kode program menjadi sederhana.
Kedepannya, JavaScript akan tetap menjadi kebutuhan
programmer, apalagi untuk situs saat ini yang mengharuskan punya banyak fitur
modern sebagai standar.
Sejarah dan Perkembangan Versi JavaScript
Sejarah Penamaan JavaScript
Sejarah JavaScript dimulai
sekitar tahun 1994, ketika internet dan website sedang mengalami perkembangan
yang pesat. Website pada saat itu umumnya dibuat menggunakan bahasa pemograman PERL yang pemrosesannya hanya bisa dilakukan di
sisi web server.
Kelemahan pemrosesan di sisi web server adalah, setiap instruksi dari user
harus dikirim terlebih dahulu kepada web server, baru
kemudian ditampilkan lagi di dalam web browser. Karena
kecepatan rata-rata koneksi internet yang terbatas, hal ini dipandang
tidak efisien. Programmer web membutuhkan bahasa pemograman client-side yang bisa berjalan di web browser tanpa harus dikirim ke server.
Pada tahun 1995, Brendan Eich seorang programmer dari Netscape mulai mengembangkan sebuah bahasa
pemograman script yang dinamakan Mocha. Netscape pada saat itu merupakan perusahaan
software ternama yang memiliki web broser Netscape Navigator.
Brendan Eich (source: wikipedia)
Bahasa script Mocha ini ditujukan untuk client-side dan juga server-side. Dalam perkembangan selanjutnya, nama Mocha diubah menjadi LiveScript untuk versi client-side, dan LiveWire untuk
versi server-side.
Pada saat bahasa pemograman tersebut
akan dirilis, Netscape mengadakan kerjasama
dengan Sun Microsystems untuk mengembangkan LiveScript, dan tepat ketika Netscape Navigator 2 dirilis,Netscape merubah nama LiveScript menjadi JavaScript dengan
tujuan bahasa baru ini akan populer seperti bahasa Java yang saat itu sedang booming di kalangan
programmer. Versi JavaScript ini dinamakan
dengan JavaScript 1.0.
Pesaing JavaScript: Kemunculan JScript
dari Microsoft
Karena kesuksesan JavaScript 1.0, Netscape selanjutnya
mengembangkan JavaScript versi 1.1 pada Netscape Navigator 3, dan mengantarkan Netscape Navigator menjadi pemimpin pasar web
browser saat itu.
Selang beberapa bulan kemudian, Microsoft yang melihat kepopuleran JavaScript, memperkenalkan web browser Internet Explorer 3 dengan JScript. JScript adalah
penamaan lain dari JavaScript. Hal ini
dilakukan Microsoft karena JavaScript merupakan merk dagang yang dimiliki
oleh Sun danNetscape. Sehingga Microsoft terpaksa mencari nama lain untuk versi JavaScript mereka.
Selain memiliki fitur yang mirip, JScript juga menambahkan beberapa fitur
tersendiri, sehinggaJavaScript dan JScript tidak sepenuhnya kompitable.
Web Browser Internet Explorer 3 yang dirilis microsoft pada
tahun 1996 ini adalah awal dari kemunduran Netscape Navigator,
karena microsoft merilis Internet Explorer 3 secara gratis dan sebagai software
bawaan dari Sistem Operasi Windows. Akan
tetapi, keputusan Microsoftmenambahkan fitur JScript merupakan langkah besar dalam perkembangan JavaScript.
Perkembangan Penggunaan Web Browser
Netscape Navigator (source: wikipedia)
Perubahan Menjadi Nama Standar:
ECMAScript
Implementasi JScript di dalam Internet Explorer membuat
kalangan programmer bingung, karena terdapat 2 versi JavaScript: JavaScript di Netscape Navigator and JScript pada Internet Explorer.
VersiJavaScript juga memiliki 2 versi, yakni versi 1.0
dan 1.1. Hal ini semakin menambah kerumitan dalam pembuatan program.
Permasalahan terjadi karena ketiga versi JavaScript tersebut memiliki perbedaan
fitur.
Kejadian ini sama seperti yang dialami
oleh HTML dan CSS, dan kalangan programmer sepakat bahwa diperlukan
sebuah standarisasi untuk JavaScript.
Pada pertengahan tahun 1997, JavaScript 1.1 diajukan ke badan standarisasi
Eropa: European Computer Manufacturers Association (ECMA) untuk
membuat sebuah standar bahasa pemograman script web browser. Atas dasar ini,
dibentuklah sebuah komite dengan anggota yang terdiri dari programmer dari
berbagai perusahaan internet pada saat itu, seperti Netscape, Sun, Microsoft, Borland, NOMBAS serta
beberapa perusahaan lain yang tertarik dengan perkembanganJavaScript.
Komite standarisasi ini menghasilkan
bahasa pemograman yang disebut ECMAScript, atau
secara formal disebut ECMAScript -262. 1
tahun berikutnya, badan standarisasi ISO (International Organization for Standardization) juga
mengadopsi ECMAScript sebagai standar.
Sejak saat itu, semua web browser menjadikan ECMAScript sebagai
standar acuan untuk JavaScript.
ECMAScript terus
dikembangkan hingga mencapai versi 3 pada tahun 1999. Berita baiknya, hampir
semua web browser saat itu, terutama Microsoft Internet Explorer 5.5 dan Netscape 6 telah mendukung ECMAScript-262 versi 3. Namun berita buruknya,
masing-masing web browser menerapkan standar dengan sedikit berbeda, sehingga
masih terdapat kemungkinan tidak kompitable.
Versi Saat ini: ECMAScript versi 5
Versi terakhir dari ECMAScript adalah ECMA-262 versi 5 yang dirilis pada 2009. ECMAScript versi 4sengaja dilompati karena beberapa
alasan ketidakcocokan proposal yang diajukan. ECMA-262 versi 5 inilah yang saat
ini menjadi standar untuk web browser modern seperti Internet Explorer, Google Chrome, Firefox, Opera, dan Safari.
Akan tetapi, perbedaan implementasi ECMAScript tetap ada di dalam web browser.
Biasanya perbedaan ini terkait dengan fitur-fitur tambahan. Salah satu cara
programmer untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan mendeteksi web browser yang
digunakan user, lalu menjalankan fungsi yang dirancang secara spesifik untuk
web browser tersebut. Proses ini dikenal sebagai browser sniffing, dan bukan sesuatu yang menyenangkan.
Kabar baiknya, sekarang banyak terdapat
library JavaScript yang dirancang untuk melapisi
perbedaanECMAScript ini, salah satunya adalah jQuery. jQuery menyediakan
fungsi otomatis dalam mengatasi perbedaan implementasi ECMAScript di dalam web browser.
ECMAScript atau JavaScript?
ECMAScript adalah versi
standar dari JavaScript, versi ECMAScript yang
ada saat ini adalah versi 3 dan versi 5. Namun karena kepopuleran
JavaScript, Hampir semua kalangan dan programmer menyebutECMAScript dengan sebutan umum: JavaScript.
Merk dagang JavaScript saat ini dimiliki oleh perusahaan Oracle (yang mengakuisisi Sun Microsystembeberapa tahun lalu), Namun anda juga
akan mendengar versi JavaScript 1.5 atau JavaScript 1.8. Versi JavaScript ini
adalah versi yang diadopsi oleh Mozilla Firefox (yang
merupakan ‘reingkarnasi’dari Netscape). JavaScript 1.5 sebenarnya adalah ECMAScript 3. Dan JavaScript 1.8 merupakan versiECMAScript dengan beberapa penambahan internal
oleh Mozilla.
Apa yang dimaksud dengan ECMAScript
Engine (JavaScript Engine)?
Jika anda membaca perkembangan tentang JavaScript, maka selain versi ECMAScript yang digunakan, terdapat istilah JavaScript Engine atau dalam bahasa standarnya: ECMAScript Engine.
JavaScript Engine adalah mekanisme
internal yang dimiliki oleh web browser. JavaScript Enginedapat
diumpamakan dengan compiler dalam
bahasa pemograman lain, yakni algoritma yang digunakan untuk menjalankan JavaScript. Semakin cepat sebuah web browser
menjalankan JavaScriptakan semakin baik.
Biasanya disetiap rilis baru web browser
seperti Google Chrome, Internet Explorer, maupun Mozilla
Firefox, juga diikuti rilis terbaru JavaScript Engine yang
menawarkan kecepatan lebih baik.
V8 adalah nama JavaScript Engine
untuk Google Chrome, SpiderMonkey untuk
Mozilla Firefox, danChakra untuk Internet
Explorer. Daftar lengkap tentang JavaScript engine ini dapat dilihat di
Aplikasi Untuk Menjalankan JavaScript
JavaScript merupakan bahasa
script yang berjalan pada web browser, sehingga program
yang dibutuhkan untuk menjalankan JavaScript hanyalah sebuah
aplikasi text editor dan sebuah web browser seperti Google
Chrome atau Mozilla Firefox.
Untuk aplikasi text editor,
anda bisa menggunakan aplikasi notepad bawaan Windows, atau menggunakan
aplikasi khusus text editor. Salah satu aplikasi text editor
sederhana yang saya gunakan adalah Notepad++ yang ringan dan
bersifat gratis. Untuk menginstall aplikasi Notepad++ ini
pernah saya bahas pada tutorial Memilih Aplikasi
Editor HTML.
Pilihan web browser bukan
sesuatu yang mutlak. Anda bebas menggunakan aplikasi web browser kesukaan.
Terdapat beberapa jenis aplikasi web browser populer yang bisa diinstall dengan
gratis. Anda bahkan bisa menginstall seluruhnya, seperti yang pernah saya bahas
pada tutorial Mengenal Fungsi Web Browser.
Pada sesi tutorial JavaScript di
duniailkom, saya menggunakan web browser Google Chrome danMozilla
Firefox.
Cara Menjalankan kode JavaScript
Jika aplikasi Notepad++ dan
web browser telah tersedia, saatnya mencoba menjalankan aplikasiJavaScript pertama
anda.
Cara penulisan JavaScript mirip
dengan penulisan bahasa pemograman web lainnya seperti PHP danCSS,
yakni dengan menyisipkan kode JavaScript di dalam HTML.
Silahkan buka aplikasi text editor, lalu ketikkan kode berikut:
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
|
<!DOCTYPE
html>
<html>
<head>
<title>Belajar
JavaScript di Duniailkom</title>
<script
type="text/javascript">
function
tambah_semangat()
{
var
a=document.getElementById("div_semangat");
a.innerHTML+="<p>Sedang
Belajar JavaScript, Semangat...!!!</p>";
}
</script>
</head>
<body>
<h1>Belajar
JavaScript</h1>
<p> Saya
sedang belajar JavaScript di duniailkom.com </p>
Klik
tombol ini untuk menambahkan kalimat baru:
<button
id="tambah" onclick="tambah_semangat()">Semangaat..!!</button>
<div id="div_semangat"></div>
</body>
</html>
|
Savelah kode HTML diatas dengan nama: belajar_js.html.
Folder tempat anda menyimpan file HTML ini tidak menjadi masalah, karena kita
tidak perlu meletakkannya dalam folder web server seperti filePHP. Saya
membuat sebuah folder baru di D:\BelajarHTML\Javascript.
Savelah di folder tersebut.
Perhatikan bahwa nama file dari contoh
JavaScript kita berakhiran .html, karena pada dasarnya kode
tersebut adalah kode HTML yang ‘disiipkan’ dengan JavaScript.
Untuk menjalankan file tersebut, sama
seperti HTML biasa, kita tinggal double klik belajar_js.htmldan
hasilnya akan tampil di dalam web browser.
Untuk menguji kode JavaScript yang telah dibuat, silahkan klik
tombol “Semangaat..!!” beberapa
kali, dan kalimat baru akan ditambahkan di akhir halaman web kita.
Selamat!!, anda telah berhasil menjalankan kode JavaScript.
Terlepas dari kode JavaScript yang saya tulis diatas (kita akan mempelajarinya dalam tutorial-tutorial
selanjutnya), kode tersebut pada dasarnya berfungsi untuk menambahkan sebuah
kalimat kedalam halaman web setelah halaman web tampil di web browser.
Fitur inilah yang membuat JavaScript menawarkan kelebihannya, dimana kita
bisa merubah apapun yang terdapat dalam halaman web saat web telah dikirim ke web browser. Bahkan dengan
men-klik sebuah tombol, kita bisa mengganti seluruh isi halaman web tanpa harus
berpindah halaman.
Sebelum memulai membuat kode JavaScript, dalam tutorial
berikutnya saya akan membahas tentang cara menampilkan error dan proses debugging (pencarian kesalahan) untuk JavaScript. Selanjutnya dalam
tutorial javascript: Cara Menampilkan Error JavaScript
(Debugging) dengan Web Browser.
sumber:
semoga bermamfaat bagi kita semua
terimakasih





No comments:
Post a Comment