Masayoshi Son, CEO operator
asal Jepang SoftBank,
memperkenalkan robot pertama di dunia yang mampu
mengenali emosi manusia.
Dinamakan “Pepper,”
robot berbentuk manusia berwarna
putih setinggi 120 cm ini akan dijual untuk publik mulai tahun depan. “Ketika
ada orang disebut berperilaku seperti robot,
itu berarti mereka tidak memiliki
perasaan atau emosi – kami mulai menyanggah konsep tersebut hari ini,” kata
Masayoshi.
“Hari ini adalah pertama kalinya dalam sejarah robotik dimana kami
memasukkan emosi di dalam robot dan memberinya hati.”
(Baca juga:
Astroscale and Pocari Sweat terbangkan minuman dan impian anak-anak ke bulan
pada 2015)
Pepper
dilengkapi dengan empat mikrofon canggih yang memungkinkannya untuk
mengidentifikasi arah suara. Robot ini juga menggunakan teknologi inframerah
untuk menjaga jarak yang proporsional dengan manusia. Tapi, fungsi yang paling
penting dari robot ini adalah sensor pengenalan emosinya.
Masayoshi
mengatakan bahwa pengumuman hari ini akan tercatat dalam sejarah:
Selama 25 tahun terakhir ini saya percaya
bahwa komputer suatu hari nanti akan berfungsi seperti otak kanan manusia –
sisi yang mengontrol emosi dan kepekaan. Saya bangga memperkenalkan robot
pertama yang dapat membaca emosi. Pepper menandai langkah awal dalam mimpi kami
untuk membuat robot yang bisa memahami perasaan seseorang, lalu secara mandiri
mengambil tindakan [atas hal tersebut].
Pepper akan
memanfaatkan AI (Artificial Intelligence) berbasis cloud untuk menyimpan
“collective wisdom” – istilah yang digunakan perusahaan ini untuk menyebut
pengamatan terhadap emosi manusia. Masayoshi berharap bahwa “ratusan ribu”
Pepper akan belajar emosi ini di rumah para pemiliknya, kemudian berbagi data
yang mereka kumpulkan dengan robot lain untuk mempercepat evolusi mereka.
Misalnya
ketika Pepper merayakan pesta ulang tahun dengan keluarga manusianya, robot ini
akan menyadari saat-saat emosional seperti menyanyikan lagu ulang tahun dan
meniup lilin – saat-saat emosional yang penting akan dicatat dan dikirim ke
cloud. Saat-saat emosional kecil, seperti reaksi dari menonton TV, akan
dikurangi atau dihapus.
Pepper akan
mulai belajar emosi manusia besok ketika mereka ditempatkan di lokasi ritel
Softbank di Omotesando dan Ginza. Konsumen akan dapat membeli Pepper mereka
sendiri mulai Februari mendatang dengan harga JPY 198.000 (sekitar Rp 22,96
juta).
SoftBank
berinvestasi di perusahaan robotik asal Perancis Aldebaran, perusahaan yang
membuat Pepper, pada tahun 2012. SoftBank diduga membayar USD 100 juta untuk
lebih dari 80 persen saham Aldebaran, selain USD 50 juta untuk mempercepat
sektor penelitian dan pengembangan.
Foxconn
akan memproduksi versi konsumen dari robot ini yang akan dijual tahun depan.
Masayoshi
mengatakan bahwa pengumuman hari ini akan tercatat dalam sejarah:
Selama 25 tahun terakhir ini saya percaya
bahwa komputer suatu hari nanti akan berfungsi seperti otak kanan manusia –
sisi yang mengontrol emosi dan kepekaan. Saya bangga memperkenalkan robot
pertama yang dapat membaca emosi. Pepper menandai langkah awal dalam mimpi kami
untuk membuat robot yang bisa memahami perasaan seseorang, lalu secara mandiri
mengambil tindakan [atas hal tersebut].
Pepper akan
memanfaatkan AI (Artificial Intelligence) berbasis cloud untuk menyimpan
“collective wisdom” – istilah yang digunakan perusahaan ini untuk menyebut
pengamatan terhadap emosi manusia. Masayoshi berharap bahwa “ratusan ribu”
Pepper akan belajar emosi ini di rumah para pemiliknya, kemudian berbagi data
yang mereka kumpulkan dengan robot lain untuk mempercepat evolusi mereka.
Misalnya
ketika Pepper merayakan pesta ulang tahun dengan keluarga manusianya, robot ini
akan menyadari saat-saat emosional seperti menyanyikan lagu ulang tahun dan
meniup lilin – saat-saat emosional yang penting akan dicatat dan dikirim ke
cloud. Saat-saat emosional kecil, seperti reaksi dari menonton TV, akan
dikurangi atau dihapus.
Pepper akan
mulai belajar emosi manusia besok ketika mereka ditempatkan di lokasi ritel
Softbank di Omotesando dan Ginza. Konsumen akan dapat membeli Pepper mereka
sendiri mulai Februari mendatang dengan harga JPY 198.000 (sekitar Rp 22,96
juta).
SoftBank
berinvestasi di perusahaan robotik asal Perancis Aldebaran, perusahaan yang
membuat Pepper, pada tahun 2012. SoftBank diduga membayar USD 100 juta untuk
lebih dari 80 persen saham Aldebaran, selain USD 50 juta untuk mempercepat
sektor penelitian dan pengembangan.
Foxconn
akan memproduksi versi konsumen dari robot ini yang akan dijual tahun depan.
Pada
dasarnya robot yang terbuat dari besi ini tentu tidak memiliki perasaan dalam
setiap tindakannya. Dalam kehidupan nyata, hubungan emosional antara robot dan
manusia sepertinya mustahil.Namun, perusahaan telekomunikasi dan Internet di
Jepang, SoftBank, mengklaim akan segera merealisasikan hal itu dengan
menciptakan robot bernama Pepper.
"Sering
kali kita menyebut orang lain yang tidak punya perasaan layaknya robot.
Sekarang, untuk kali pertama, kami memberikan robot yang memiliki hati, emosi,
dan kasih sayang," kata Ceo SoftBank, Masayoshi Son, pada konferensi pers
di Tokyo, seperti dilaporkan PC Authority, Jumat, 6 Juni 2014.
Dalam tubuh
Pepper dibenamkan baterai untuk penggunaan selama 12 jam. Tubuhnya juga
dilengkapi dengan sendi dan kepala yang bisa diputar sehingga dapat melakukan
fungsi ganda untuk mengasuh dan menjadi teman manusia.Pepper memiliki tinggi
1,2 meter dan berat 28 kilogram. Pepper juga bisa berbicara dengan suara tinggi
yang kekanak-kanakan.
Di bagian
dada dipasang layar sentuh berukuran 10,1 inci. SoftBank menjelaskan robot ini
dapat dikendalikan dengan aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan robotika
dari Prancis, Aldebaran.








No comments:
Post a Comment