POLA MOTOR - STOCK LOGO VECTOR - TEMPLATE UNDANGAN PERNIKAHAN

Mengkoneksikan Database ke PHP

Mengkoneksikan Database ke PHP


Database yang didukung oleh PHP
• Adabas D
• InterBase
• PostgreSQL
• dBase
• FrontBase
• Solid
• Empress
• mSQL
• Sybase
• FilePro (read-only)
• Direct MS-SQL
• Velocis
• IBM DB2
• MySQL
• Unix dbm
• Informix
• Semua database yang mempunyai provider ODBC
• Ingres
• Oracle (OCI7 and OCI8)

Struktur Skrip
                Skrip PHP ditambahkan ke dalam HTML dengan menggunakan delimiter khusus. Delimiter merupakan karakter atau kumpulan karakter yang membedakan antara skrip atau tag dengan teks biasa dalam HTML. Seperti kita ketahui, delimiter untuk tag HTML adalah karakter <>. Untuk PHP, delimiter yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Untuk dokumen SGML/HTML biasa:

                <? Skrip PHP ?> atau <?php skrip php ?>

2. Untuk dokumen XML:

                <?php skrip PHP ?>

3. Untuk editor yang tidak mendukung PHP:

                <script language=â��phpâ��>
                skrip php
                </script>

4. Dapat juga menggunakan delimiter ASP:

                <% skrip PHP %>

                Baris-baris pada skrip PHP dipisahkan dengan cara yang sama dengan C atau Perl, yaitu dengan menambahkan karakter titik koma (;). Contoh:

                <?
                Skrip php;
                Skrip php;
                ?>

Jika terdapat skrip yang hanya terdiri dari satu baris, ada dua gaya penulisan yang dapat digunakan:

                <?
                Skrip php;
                ?>

Atau:

                <? Skrip php ?>

                Jika digunakan gaya penulisan yang kedua, tanda titik koma tidak perlu digunakan, karena tag penutup ?> sudah menandakan akhir dari skrip tersebut.

Untuk menambahkan komentar dalam skrip PHP dapat digunakan gaya C, C++, atau shell UNIX. Contoh:

                <?php
                skrip php; // Komentar satu baris gaya C++
                /* Komentar yang panjangnya
                lebih dari satu baris */
                skrip php;
                skrip php; # Komentar gaya shell UNIX
                ?>

Instalasi PHP pada IIS 8
                PHP pada umumnya digunakan dengan menggunakan Apache sebagai web server. Hal ini biasanya didapatkan secara langsung ketika menginstall paket aplikasi seperti  XAMPP atau sejenisnya. Ini menjadi pilihan banyak orang dengan alasan kemudahan yang ditawarkan. Namun, pada beberapa kasus, hal ini mungkin tidak diinginkan. Sebagai contoh ialah jika komputer yang digunakan tidak hanya untuk mengembangkan aplikasi web dengan PHP melainkan menggunakan bahasa lain juga seperti ASP atau bahkan ASP.Net. Untuk ASP maupun ASP.Net, keduanya pada umumnya menggunakan IIS sebagai web servernya. Solusi yang dipilih kebanyakan orang ialah menginstall dua web server dan melakukan konfigurasi sedemikian rupa agar keduanya dapat berjalan secara berdampingan. Alternatif lain yang bisa dilakukan namun jarang diketahui orang ialah melakukan konfigurasi baik pada Apache atau IIS agar dapat menjalankan website dengan kedua bahasa yang disebutkan.
Bagi yang lebih menyukai Apache sebagai web server dan ingin menggunakan Apache bersamaASP.Net, maka dapat melakukan searching tentang mono. Sedangkan bagi yang ingin menggunakan IIS bersama dengan PHP dapat melakukan tahapan di bawah.

Unduh (download) PHP dari situs resmi PHP.
                Extract file zip yang telah diunduh pada folder yang diinginkan. Ini bisa folder apa saja, namun agar sesuai dengan konvensi pada windows, maka folder ini dapat disimpan pada C:\Program Files atau C:\Program FIles (x86) bagi yang menggunakan Windows versi 64 bit.
                Pada php ini sesuaikan agar konfigurasi berikut aktif dan memiliki nilai yang sama.
fastcgi.impersonate = 1
fastcgi.logging = 0
cgi.fix_pathinfo=1
cgi.force_redirect = 0
                Buka Windows Features. Hal ini dapat dilakukan dengan memanggil Run kemudian menjalankan perintah optionalfeatures.exe.


                Aktifkan CGI yang terletak pada Internet Information Services – World Wide Web Services – Application Development Features. Pilih OK untuk melakukan instalasi CGI tersebut.


                Buka IIS Manager. Hal ini dapat dilakukan dengan memanggil Run kemudian menjalankan perintah inetmgr.

                Pada IIS Manager, di area sebelah kiri pilih Default Website, kemudian di sebelah kanan pilih Handler Mappings.



                Pada jendela yang muncul, isikan dengan data berikut. Perlu dicatat bahwa isian Executablemerupakan folder yang ditentukan pada tahap 2. Konfigurasi ini pada dasarnya menginfokan kepada IIS agar menjalankan PHP jika menemukan file dengan ekstensi PHP.

Pilih Request Restrictions, kemudian pada tab Mapping, pilih File or Folder. Konfigurasi ini menyatakan bahwa PHP akan menjalankan request baik dari file (eg: http://localhost/index.php) ataupun folder (eg: http://localhost/).


                Pilih Ok dua kali, hingga kembali ke menu awal. Selanjutnya, pilih menu Default Document, kemudian pilih menu Add yang terletak di sebelah kiri. Pada jendela yang muncul, isikan denganindex.php. Konfigurasi ini sebenarnya tidak perlu dilakukan, namun agar mirip dengan perilaku apache yang memanggil file index.php secara default, maka konfigurasi ini dilakukan agar IIS pun memiliki perilaku yang sama.


                Setelah tahapan di atas selesai dilakukan, maka IIS yang dimiliki sudah dapat digunakan untuk PHP maupun ASP.Net.
Memanggil Halaman Lain dengan PHP
Filed under: Pemrograman, Semua tentang PHP — 7 Komentar
               
                 Bagi yang sudah mengenal dan menggunakan HTML, maka berpindah ke halaman lain pada web tidak akan menjadi masalah. Hal ini mudah dipahami, karena berpindah halaman antar HTML merupakan hal yang lazim dilakukan. Di sini dikatakan lazim karena bahasa lain sekalipun akan menggunakan perintah HTML untuk melakukan perpindahan halaman.
                <a href=”halaman_yang_dituju.html”>Link</a>
               
                Pada umumnya, PHP pun akan menggunakan cara yang sama, yakni mencetak tag html yang sesuai. Namun, dalam web dinamis, cara ini dianggap tidak efektif. Hal ini wajar mengingat cara demikian menuntut pembuatan file html sejumlah halaman yang diperlukan. Untuk itu, dalam pembuatan web yang dinamis, terdapat cara lain yang dilakukan, yakni menggunakan perintah “include” dan “require” pada php. Berikut contohnya:

<?php
require_once(“global.class.php”);
require(“header.php”);
include_once(“head_body”);
if(isset($_GET['page']))
{
$page=$_GET['page'];
if($page==1)
include(“home.php”);
elseif($page==2)
include(“profil.php”);
else
include(“under_construction.php”);
}
include_once(“footer.php”);
?>
                Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa terdapat beberapa variasi perintah include dan require.  Adapun fungsi  keduanya hampir serupa, yakni memasukkan file line sebagai bagian dari halaman tempat pemanggilan. Dengan contoh di atas, maka dapat dilihat halaman header.php, home.php,profil.php dan halaman-halaman lainnya akan disertakan sebagai bagian dari halaman utama. Dengan cara ini, maka bagian-bagian halaman yang cenderung tetap dapat dibuatkan sebagai satu file terpisah.
                Terkait dengan perintah yang digunakan pada contoh di atas, berikut penjelasannya:
1.
Require (nama_file). Perintah ini berfungsi untuk memasukkan file yang diberikan sebagai parameter.     Jika file gagal dimasukkan maka php akan memberikan error.
Require_once(nama_file). Perintah ini berfungsi untuk memasukkan file yang diberikan sebagai parameter. Perbedaan antara perintah require dan require_once terletak pada seberapa banyak file tersebut akan dimasukan. Require_once akan memasukkan file yang ditentukan hanya sebanyak sekali, artinya jika terjadi pemanggilan sebanyak dua kali, maka pemanggilan yang kedua akan diacuhkan. Sebagai tambahan, sama halnya dengan require, jika file gagal dimasukan maka php akan memberikan error.
2. Include (nama_file). Perintah ini berfungsi untuk memasukan file yang diberikan sebagai parameter. Jika file gagal dimasukkan maka php tidak akan memberikan error.
3. Require_once (nama_file). Perintah ini berfungsi untuk memasukkan file yang diberikan sebagai parameter. Perbedaan antara perintah include dan include_once terletak pada seberapa banyak file tersebut akan dimasukkan. Include_once akan memasukkan file yang ditentukan hanya sebanyak sekali, artinya jika terjadi pemanggilan sebanyak dua kali, maka pemanggilan yang kedua akan diacuhkan. Sebagai tambahan, sama halnya dengan include, jika file gagal dimasukan maka php tidak akan memberikan error.

sumber : www.nemukabar.com

Nama : Mira Septiani P.P
Kelas : XI RPL 1

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]