Mengenal Istilah Warna Desain
[M. Fachmi I. = XI-RPL 1]
Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat
menemukan berbagai warna yang sangat beraneka ragam.Tetapi, tahukah anda bahwa
warna itu terbagi dalam berapa jenis? Secara biologis, mata kita dapat
mengangkap warna dikarenakan spektrum cahaya yang di pantulkan benda-benda
disekeliling kita ke indra penglihatan kita yaitu mata lalu diproses oleh otak
kita menjadi warna-warna tertentu sumber cahaya bisa dari matahari atau sumber
cahaya buatan. Dalam artikel berikut anda akan mengenal teori tentang warna
serta pembagian jenis-jenisnya.
Warna dapat didefinisikan secara
obyektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau secara
subyektif/psikologis merupakan bagian dari pengalaman indera
pengelihatan.Secara obyektif atau fisik, warna dapat diberikan oleh panjang
gelombang.Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata
merupakan salah satu bentuk pancaran energi yang merupakan bagian yang sempit
dari gelombang elektromagnetik.
Cahaya yang dapat ditangkap indera manusia
mempunyai panjang gelombang 380 sampai 780 nanometer.Cahaya antara dua jarak
nanometer tersebut dapat diurai melalui prisma kaca menjadi warna-warna pelangi
yang disebut spectrum atau warna cahaya, mulai berkas cahaya warna ungu,
violet, biru, hijau, kuning, jingga, hingga merah.Di luar cahaya ungu /violet
terdapat gelombang-gelombang ultraviolet, sinar X, sinar gamma, dan sinar
cosmic. Di luar cahaya merah terdapat gelombang / sinar inframerah, gelombang
Hertz, gelombang Radio pendek, dan gelombang radio panjang, yang banyak
digunakan untuk pemancaran radio dan TV.
Proses terlihatnya warna adalah dikarenakan
adanya cahaya yang menimpa suatu benda, dan benda tersebut memantulkan cahaya
ke mata (retina) kita hingga terlihatlah warna. Benda berwarna merah karena
sifat pigmen benda tersebut memantulkan warna merah dan menyerap warna
lainnya.Benda berwarna hitam karena sifat pigmen benda tersebut menyerap semua
warna pelangi.Sebaliknya suatu benda berwarna putih karena sifat pigmen benda
tersebut memantulkan semua warna pelangi.Sebagai bagian dari elemen tata rupa,
warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat
kesan atau tujuan dari sebuah karya desain.Dalam perencanaan corporate
identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas.
Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss,
bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari
simbol-simbol tersebut .Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada
segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk
berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan.Dari contoh tersebut
ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat.Kemampuan
warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu.
Secara
psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb:
Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu
mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan
turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda. Dari pemahaman
diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata
ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis
dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda.
Pembagian warna
Menurut teori warna dari Teori Brewster yang
pertama kali dikemukakan pada tahun 1831. Warna-warna yang ada di alam jika
disederhanakan dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok warna, yaitu Warna
Primer, warna Sekunder, warna Tersier dan warna Netral. dan ini diwujudkan
dalam bentuk lingkaran warna, lingkaran warna brewster mampu menjelaskan teori
kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad.
Warna Primer
Warna primer merupakan warna dasar yang tidak
dicampur dengan warna yang lainnya. Warna primer terdiri dari 3 warna dasar
yaitu Red Green dan Blue biasa disingkat RGB atau dalam bahasa indonesia Merah,
hijau biru dalam dunia seni rupa dikenal sebagai warna pigmen. Warna lain
terbentuk dari kombinasi warna Primer itu sendiri, warna-warna hasil dari 2
warna primer disebut dengan istilah Warna Sekunder dan campuran dari warna
primer dengan sekunder disebut warna Tersier. Warna-warna tersebut jika
digolongkan lagi menjadi dua golongan yaitu warna cahaya dan warna cetak RGB
sendiri merupakan jenis warna primer dari cahaya warna-warna RGB biasa kita
temui dari digital visual seperti Televisi atau monitor komputer dll. sedangkan
yang digolongkan dengan warna primer cetak terdiri dari Cyan, Magenta, Yellow
dan Black warna-warna ini biasa ditemukan pada industri percetakan atau
printing dihasilkan dari kombinasi tinta dan dapat kita temukan dalam kehidupan
sehari-hari seperti pada buku, billboard, poster dan media cetak lainnya.
Warna Sekunder
Merupakan
hasil pencampuran dari warna-warna primer dengan perbandingan 1:1.Pencampuran
tersebut menghasilkan warna baru yang dinamakan warna sekunder. Kita lihat
pencampuran warna berikut :
• Kuning + merah = orange
• Kuning + biru = hijau
• Biru + merah = ungu
Warna Tersier
Warna
tersier adalah hasil pencampuran warna primer dengan warna sekunder. Kita lihat
contoh campuran berikut
• Kuning
+ orange= kuning orange (golden yellow)
• Merah + orange= merah orange (burnt
orange)
• Kuning + hijau= kuning hijau (lime
green)
• Biru + hijau= biru hijau (turquoise)
• Biru + ungu= biru ungu (indigo)
• Merah+ ungu= merah ungu (crimson)
Warna Netral
Warna
netral adalah hasil pencampuran dari warna primer, warna sekunder dan warna
tersier.Warna netral ini tidak mengarah ke tiga warna utama tersebut karena
pencampuran warna bisa dalam komposisi yang berbeda.
Definisi
Karakter lewat warna
Warna
juga mendefinisikan karakter seseorang secara umum, seperti warna-warna berikut
:
1. Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap)
dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam
hal emosi).
2. Putih, sebagai warna yang paling terang,
melambangkan cahaya, kesucian.
3. Abu-abu, merupakan warna yang paling
netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.
4. Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif
(meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup), panas membara,
peringatan, penyerangan, cinta.
5. Kuning, dengan sinarnya yang bersifat
kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya,
momentum dan mengesankan kebahagiaan, keceriaan dan hati-hati
6. Biru, sebagai warna yang menimbulkan
kesan dalamnya sesuatu (dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden,
disamping itu memiliki sifat tantangan.
7. Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan
selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru,
identik dengan pertumbuhan dalam lingkungan,pasukan perdamaian,kepuasan
8. Pink, warna yang identik dengan wanita,
menarik/cantik, gulali
9. Orange, warna yang identik dengan musim
gugur, penuh kehangatan, halloween.
10. Coklat, warna yang mengesankan hangat,
identik dengan musim gugur, kotor, bumi
11. Ungu, warna yang identik dengan kesetiaan,
kepuasan, Barney (tokoh boneka berwarna ungu)
Dari
sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan
dengan sistem warna Prang System
yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 atau disebut juga sebagai atribut warna meliputi :
1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk
menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.
2. Value, adalah dimensi kedua atau
mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih
hingga hitam.
3. Saturation/Intensity, seringkali disebut
dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya
warna.
Selain
Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color
System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe
Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color
System. Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan
dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang
membagi warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black.Sedangkan RGB
Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika.
Kriteria pemilihan warna
1. Tampilkan warna dengan latar belakang
(background) gelap
2. Pilih warna yang cerah untuk foreground
(putih,hijaudll)
3. Hindari penggunaan warna coklat dan
hijau untuk background
4. Kecerahan dan kombinasi warna pada
foreground dan background kontras
5. Gunakan warna sesuai kebutuhan,disain
dibuat dalam b/w dan ditambahkan warna lain sesuai kebutuhan
6. Gunakan warna untuk menarik perhatian
user, komunikasi terarah, identifikasi status, menjalin hubungan antar elemen
7. Hindari penggunaan warna pada pekerjaan
yang sifatnya non-task, untuk layar yang kebanyakan terdiri dari teks, warna
dapat membantu ketika user harus mencari /membedakan bagian2 tertentu
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan
dalam penggunaan warna
1. Buta warna (cacat warna)
2. Monitor monochrome (hanya mengenal satu
warna)
3. Pengkodean ekstra meningkatkan tampilan
interface
4. Konsisten dalam penggunaan warna
5. Membatasi pengkodean warna menjadi 8
warna (4 warnalebih baik)
6. Gunakan warna b/w atau abu-abu, atau b/w
saja untuk tampilan interface
7. Untuk menunjukkan keragaman
bagian-bagian pada layar
8. Disainer sering menggunakan layar kerja
dengan menggunakan 4-5 warna
Semoga Bermanfaat dan dapat difahami.
Sumber : zainalhakim.web.id
Sumber : zainalhakim.web.id


No comments:
Post a Comment